Aku
mencoba membuka memori lama yang telah lusuh
Tersimpan
banyak kasih sayangmu padaku
Hingga
kini kasih sayangmu masih mengalir dalam setiap aliran darahku
Kini
suara lantangmu telah berganti dengan kata yang membuatmu lemah
Kini
gelak tawamu berubah rengge’an
Gerak
cekatanmu kini hanya menjadi cerita
Terbujur
lemas[1]
tiada daya itulah dirimu kini
Hanya
sepucuk do’a yang aku ucapkan
Lewat
syair Tuhan aku memohon
Tetaplah
menjadi semanggat dalam hidupku
Tetaplah
menjadi penasehatku
Aku
rindu akan omelanmu
Aku
inggin kau tetap ada untuk menjadi catatan sejarah keluargamu
Nenekku
aku rindu padamu….
Yogyakarta,27
Februari 2011 00:50
[1] Coretan ini aku goreskan ketika
aku mendengar berita jika nenekku sedang sakit. Perasaanku pun menjadi tidak tenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar