Rabu, 01 Januari 2014

Sepucuk Harapan dan Do’a Untuk Nenekku



Aku mencoba membuka memori lama yang telah lusuh
Tersimpan banyak kasih sayangmu padaku
Hingga kini kasih sayangmu masih mengalir dalam setiap aliran darahku
Kini suara lantangmu telah berganti dengan kata yang membuatmu lemah
Kini gelak tawamu berubah rengge’an
Gerak cekatanmu kini hanya menjadi cerita
Terbujur lemas[1] tiada daya itulah dirimu kini
Hanya sepucuk do’a yang aku ucapkan
Lewat syair Tuhan aku memohon
Tetaplah menjadi semanggat dalam hidupku
Tetaplah menjadi penasehatku
Aku rindu akan omelanmu
Aku inggin kau tetap ada untuk menjadi catatan sejarah keluargamu
Nenekku aku rindu padamu….

Yogyakarta,27 Februari 2011 00:50



[1] Coretan ini aku goreskan ketika aku mendengar berita jika nenekku sedang sakit. Perasaanku pun menjadi tidak tenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar