Hari
ini tidak banyak orang yang mengerti urutan Presiden Republik Indonesia
sesungguhnya. Saat ini kesadaran sejarah telah berkurang, seperti ada
pembodohan sejarah di negeri ini. Pembelajaran di sekolahan mulai dari Sekolah
Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas bahkan sampai
bangku perkuliahan mengenal tokoh yang pernah menjabat Presiden sampai saat ini
hanya enam orang. Namun, Pak Asvi Warman Adam melihat ada bagian yang hilang
dari urutan tersebut. Menurutnya, ada dua tokoh yang terlewat yaitu, Sjafruddin
Prawiranegara dan Mr. Asaat. Siapa mereka?
Sjarifuddin Prawiranegara
Sjarifudin
Prawiranegara merupakan Ketua Kabinet merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan
dan mewakili Urusan Luar Negeri pada masa jabatan 1948-1949. Pada Akhir 1948,
Belanda melakukan agresi militer kedua. Saat itu Soekarno-Hatta mengirim
telegram yang menyebutkan pemberi kekuasaan kepada beliau untuk mendirikan
Pemerintah Darurat di Sumatera. Pembentukan tersebut terjadi kalau pemerintah tidak
menjalankan kewajibannya lagi.
Sayangnya,
telegram itu tidak sampai ketangan beliau. Untungnya Bapak Sjarifuddin
mengambil inisiatif yang sama. Dalam rapat darurat di Ngarai Sianok,
Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan pemerintahan darurat
Republik Indonesia. Setelah disetujui oleh berbagai pihak, pemerintahan darurat
terbentuk. Pembentukan pemerintahan tersebut dilakukan untuk menyelamatkan
Negara RI.
Sjarifuddin
Prawiranegara ditunjuk sebagai Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik
Indonesia). Walau disebut ketua, kedudukannya sama dengan Presiden RI. Pemerintahannya
berakhir ketika beliau menyerahkan kembali kepada Presiden Soekarno, 13 Juli
1949 di Yogyakarta.
Mr. Assaat
Ketika
Perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) ditandatangani 27 Desember 1949 di
Belanda. Tercetus penyerahan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS
memiliki 16 negara bagian dimana salah satunya adalah Republik Indonesia. Saat
itu, Soekarno dan Hatta menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS. Sehingga
terjadi kekosongan negara pemimpin RI. Maka ditunjuklah Bapak Asaat sebagai
pemegang sementara Jabatan Presiden RI, yang berkedudukan di Yogyakarta.Walau
jabatannya sementara, perannya sangat penting. beliau menandatangani pendirian
Universitas Negeri pertama Indonesia, Gajah Mada di Yogyakarta.!!
Keberadaan RIS hanya beberapa bulan, demikian pula juga jabatan beliau. RIS melebur menjadi NKRI tanggal 15 Agustus 1950. Dan Kepemimpinan beliau diserahkan kembali.
Keberadaan RIS hanya beberapa bulan, demikian pula juga jabatan beliau. RIS melebur menjadi NKRI tanggal 15 Agustus 1950. Dan Kepemimpinan beliau diserahkan kembali.
Our
President
Jadi, ada delapan orang yang pernah menjabat menjadi Presiden Republik Indonesia. Urutannya
adalah Soekarno (diselingi oleh Sjafruddin Prawiranegara dan Asaat), Soeharto,
BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri dan Susilo Bambang Yudhoyono. Ayo! Hargai semangat pahlawan kita dengan belajar dan ikut
menyumbang prestasi kita kepada negara.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar