Jumat, 27 Desember 2013

Pelurusan Sejarah Pemangku Presiden Republik Indonesia



Hari ini tidak banyak orang yang mengerti urutan Presiden Republik Indonesia sesungguhnya. Saat ini kesadaran sejarah telah berkurang, seperti ada pembodohan sejarah di negeri ini. Pembelajaran di sekolahan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas bahkan sampai bangku perkuliahan mengenal tokoh yang pernah menjabat Presiden sampai saat ini hanya enam orang. Namun, Pak Asvi Warman Adam melihat ada bagian yang hilang dari urutan tersebut. Menurutnya, ada dua tokoh yang terlewat yaitu, Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Asaat. Siapa mereka?

Sjarifuddin Prawiranegara


Sjarifudin Prawiranegara merupakan Ketua Kabinet merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan dan mewakili Urusan Luar Negeri pada masa jabatan 1948-1949. Pada Akhir 1948, Belanda melakukan agresi militer kedua. Saat itu Soekarno-Hatta mengirim telegram yang menyebutkan pemberi kekuasaan kepada beliau untuk mendirikan Pemerintah Darurat di Sumatera. Pembentukan tersebut terjadi kalau pemerintah tidak menjalankan kewajibannya lagi.
Sayangnya, telegram itu tidak sampai ketangan beliau. Untungnya Bapak Sjarifuddin mengambil inisiatif yang sama. Dalam rapat darurat di Ngarai Sianok, Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan pemerintahan darurat Republik Indonesia. Setelah disetujui oleh berbagai pihak, pemerintahan darurat terbentuk. Pembentukan pemerintahan tersebut dilakukan untuk menyelamatkan Negara RI.
Sjarifuddin Prawiranegara ditunjuk sebagai Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia). Walau disebut ketua, kedudukannya sama dengan Presiden RI. Pemerintahannya berakhir ketika beliau menyerahkan kembali kepada Presiden Soekarno, 13 Juli 1949 di Yogyakarta.

Mr. Assaat


Ketika Perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) ditandatangani 27 Desember 1949 di Belanda. Tercetus penyerahan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS memiliki 16 negara bagian dimana salah satunya adalah Republik Indonesia. Saat itu, Soekarno dan Hatta menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS. Sehingga terjadi kekosongan negara pemimpin RI. Maka ditunjuklah Bapak Asaat sebagai pemegang sementara Jabatan Presiden RI, yang berkedudukan di Yogyakarta.Walau jabatannya sementara, perannya sangat penting. beliau menandatangani pendirian Universitas Negeri pertama Indonesia, Gajah Mada di Yogyakarta.!!

Keberadaan RIS hanya beberapa bulan, demikian pula juga jabatan beliau. RIS melebur menjadi NKRI tanggal 15 Agustus 1950. Dan Kepemimpinan beliau diserahkan kembali.

Our President

Jadi, ada delapan orang yang pernah menjabat menjadi Presiden Republik Indonesia. Urutannya adalah Soekarno (diselingi oleh Sjafruddin Prawiranegara dan Asaat), Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri dan Susilo Bambang Yudhoyono. Ayo! Hargai semangat pahlawan kita dengan belajar dan ikut menyumbang prestasi kita kepada negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar