Kejenuhan[1]
terus bergelayut dalam benakku
Sejenak
rasa jenuh itu hilang
Dengan
membaurnya rasa suka cita dalam pertemuan
Dengan
hangatnya senyum teman-teman
Kejenuhan
itu kembali datang
Seiring
bergantinya detik menjadi menit
Suka
cita pertemuan berubah menjadi duka perpisahan
Senyum
hangat berganti dengan kebekuan rasa bahagia
Kejenuhan
ini seakan engan enyak dalam benak
Alunan
nada lagu tak mampu menghancurkan tembok kejenuhan
Mulut
ini seakan ingin meneriakan hujatan
Mulut
ini seakan mengobarkan rasa ingin berlari
Kebinggungan
akan arah pun tersemat dalam pelarian
Hingga
aku hanya terpaku dalam dimensi kebosanan…
Yogyakarta
30 Desember 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar