Para pembaca tentu tau apa itu air kencing, akan lebih enak kalo saya menyebutnya ‘urine’, nah! urine ini yang sering tidak kita abaikan, kita buang begitu saja bahkan kita anggap sebagai kotoran ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair apabila kita olah, karena mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman diantaranya Nitrogen 1%, Phospor 0,5%, Kalium 1,5%, Carbon 1,1 %, Air 92%, dan fito hormon Auksin yaitu zat perangsang tubuh yang bisa digunakan sebagai zat pengatur tumbuh. Setelah pupuk cair urine diolah unsur-unsur hara tersebut meningkat. Nitrogen menjadi 2,7%, Phospor menjadi 2,4%, Kalium menjadi 3,8% dan karbon menjadi 3,8%. Warna yang semula kuning berubah menjadi kehitam-hitaman, dan bau yang semula menyengat jauh berkurang.
Keungulan
lain dari pupuk cair urine ini adalah dapat mengusir hama tikus, wereng, walang
sangit dan hama penggerek. Sehingga tanaman terhindar dari serangan hama-hama
tersebut.
Saya tidak
menganjurkan anda menggunakan urine secara langsung, ” dengan alasan ingin
praktis, setelah ternak kencing anda tampung lalu langsung disemprotkan pada
tanaman” karena kadar gas amonia yang terdapat dalam urine dapat membahayakan
tanaman, jadi urine ini minimal didiamkan dulu selama 2 minggu tanpa diolah
atau lebih bagusnya diolah terlebih dahulu, caranya pengolahannya mudah saja.
CARA MEMBUAT
PUPUK CAIR URINE SAPI
I.
ALAT:
- Ember/Drum
- Plastik
- Karet/Pengikat.
II. BAHAN:
- Urine Sapi (Kencing Sapi) 20 liter
- Jahe 1/2 kg
- Lengkuas 1/2 kg
- Kunyit 1/2 kg
- Temu ireng 1/2 kg
- Temulawak 1/2 kg
- Kencur 1/2 kg
- Gula Merah 1 kg
- Rendaman Kedelei 1 Gelas atau Urea 1 sendok makan
- EM4 100 ml
Bahan –
bahan jahe, lengkuas, kunyit, temu ireng, temulawak dan kencur (empon-empon)
berfungsi untuk menghilangkan bau urine sapi dan memberi rasa yang tidak
disukai hama tanaman. Gula berguna dalam proses fermentasi dan memenyuburkan
mikroorhanisme yang ada didalam tanah, Urea dan rendaman kedelai berfungsi
untuk memperkaya unsur hara yang terdapat dalam pupuk cair serta menyuburkan
mikroorganisme. Serta EM 4 sebagai starternya.
III.
CARA PEMBUATAN:
Empon-empon
dihaluskan dan dimasak sampai mendidih. Setelah dingin dicampur dengan semua
bahan yang lain didalam ember atau drum plastik, yang perlu dingat pengisian
jangan sampai penuh. Lalu ditutup rapat dan didiamkan selama 3 minggu. Setiap
hari 2 kali atau tiap pagi dan sore tutup dibuka untuk membuang gas yang
dihasilkan atau boleh menggunakan aerator untuk mempercepat proses penguapan
gas.
Pupuk cair
yang telah jadi, dapat langsung digunakan yaitu : 1 liter pupuk cair urine sapi
dicampur 10 liter air lalu disemprotkan ke tanaman.
Pabila pupuk
cair urine sapi ini disimpan paling baik selama 12 hari dan harus tertutup
rapat agar kadar nitrogen dan urine tidak banyak keluar.
IV. DOSIS
DAN CARA PENGAPLIKASIAN
Pupuk cair
urine sapi ini dapat digunakan pada berbagai tanaman misalnya: tanaman pangan
(padi), palawija dan sayuran, hortikultura (cabai, jeruk), dan bisa juga pada
bibit / benih tanaman.
Pada tanaman
padi penyemprotan dilakukan pada umur 14-21 hst, 25-30 hst dan pada fase
primordia (45 hst) saat sudah ada satu tanaman yang mengeluarkan bunga.
Pada tanaman
hortikultura penyemprotan dilakukan pada umur 14-21 HST (terdapat 3-4 helai
daun) dan pada saat pembentukan bunga.
Untuk benih/
biji direndam selama semalam sedangkan untuk bibit perendaman selama maksimal
10 menit.
V.
KEUNGGULAN MENGUNAKAN PUPUK CAIR URINE
Tanaman
sayuran dan hortikultura seperti setelah diberi pupuk cair ini menjadi lebih
subur, daunnya kelihatan segar dan hijai serta ulat yang mengghinggapinya
menghilang. Manfaat lain penggunaan pupuk cair urine sapi yaitu: meningkatkan
kesuburan tanah, memperbaiki struktur dan karakteristik tanah, meningkatkan
kapasitas serap air tanah, meningkatkan aktifitas mikroba tanah, meningkatkan
kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, jumlah, dll), menyediakan hormon dan
vitamin bagi tanaman, menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman, dan
meningkatkan retensi/ketersediaan hara dalam tanah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar