Selasa, 31 Desember 2013

Pernah Ada



Dulu pernah ada[1] sayang
Dulu pernah ada berjuta senyum
Dulu pernah ada seribu cerita tentang kita
Kini lenyap sudah tertelan senyap
Kini hancur sudah terbawa debur ombak
Bila kita bertemu lagi
Jangan kau coba tanyakan lagi
Rasa yang telah hilang bagai embun di pagi hari
Ini yang terbaik untuk kau dan aku
Dulu pernah ada sayang
Dulu pernah ada berjuta senyum
Dulu pernah ada seribu cerita tentang kita
Kini sirna seiring waktu yang telah hilang

Yogyakarta, 3 Desember 2010



[1] Dalam keadaan yangtiadalah pernah aku bayangkan, untuk yang kedua kali kau menusukku dari belakang…

Sebuah Nama



Sebuah nama[1] membuat aku gila
Bayangmu seperti engan enyah pergi dari kelopak mataku
Wajahmu seakan terpatri dalam bola mataku
Senyummu yang tipis membuatku mabuk
Bibirmu yang merah membuatku tiada gairah
Siapakah nama itu…?
Sebuah nama membuatku marah
Ingin aku memakimu tapi aku tak bisa
Telah berulang kali kau buatku naik pitam
Tiadakah kau merasakanya?
Siapakah nama itu?

Yogyakarta, 12 November 2010


[1] Aku tulis saat aku mengalami kangen dengan sebuah nama, dan disisi lain aku juga lagi benci sama sebuah nama. Siapakah itu? Hanya hati yang tahu !!!!

Pray For Indonesia



Negeri ini tiada lelahnya mendapatkan cobaan[1]        
Wasior dengan banjir bandangnya
Sumatra Utara dengan gempanya
Mentawai dengan tsunaminya
Jogja menyusul dengan Merapinya
Beribu nyawa melayang
Tangisan terdengar dimana-mana
Ada apa dengan negeri ini?
Negeri yang subur ini kini hanya tangis yang tersisa
Beribu do’a aku panjatkan untuk negeri ini
Keadilan dan kesejahtraan yang di damba tiada kunjung datang
Setiap detik hanya tangis yang terdengar
Tuhan, dalam setiap hembusan nafas ini
Mengalir do’a untuk saudara-saudaraku
Dalam setiap musibah yang terjadi hanya berkah yang di harap
Aku yakin engkau tiadalah  pernah tidur
Semoga negeri ini tabah dalam semua ini.
Amin…

Yogyakarta, 4 November 2010



[1] Coretan ini hanyalah sepucuk do’a untuk saudaraku yang tertimpa musibah (Wasior, Mentawai, dan Jogjakarta)

Senin, 30 Desember 2013

Dimana Keadilan untuk Orang Miskin?



Dimana keadilan di Negeri ini?
Apa hanya sebuah mimpi untuk mendapatkan keadilan?
Atau keadilan di Negeri ini keadilan hanya fatamorgana?
Atau bagaimana?
4kg asam jadi satu bulan penjara.
6 buah piring rumah digeledah
Dimana keadilan di Negeri ini?
Adakah keadilan untuk rakyat miskin dan jelata?
Jika di Ibaratkan penegak hukum hanya memilih.
Kejahatan kecil di proses
Kejahatan kakap kemana aparat?
Undang-undang warisan penjajah masih terpakai
Kapan kita kan membuat undang-undang?
Perlu kejujuran di negeri ini?
Negeri ini miskin akan kejujuran....
Memperoleh keadilan bagi Rakyat miskin mungkin hanyalah mimpi... [1]

Yogyakarta, 18 Oktober 2010




[1] Melihat fenomena keadilan yang seakan tiada pernah hinggap bagi rakyat yang hanya berusaha untuk mempertahankan hidup…

Setiap Detik…



Setiap detik yang terbuang adalah berkurangnya nyawa
Setiap detik yang telah lewat adalah terbuangnya waktu
Setiap detik yang telah lewat adalah lenyapnya kesempatan
Setiap detik di hadapanmu adalah Emas
Setiap detik di hadapanmu adalah surga yang harus di kejar
Tiadalah elok kita lupakan setiap detik yang telah terjadi
Setiap detik yang telah kita lalui menjadi guru bagi detik berikutnya
Terima kasih Tuhan Atas karuniamu dalam setiap detikMu
Terima kasih Tuhan atas setiap hembusan Nafas yang telah Kau cipta... [1]

Yogyakarta, 11 Oktober 2010


[1] Puisi ini aku buat pada ulang tahunku yang ke 22.